Pulau Pahawang Indonesia

Untuk kamu yang suka dengan wisata laut, tentunya nama Pulau Pahawang ini sudah tidak asing lagi di telinga kamu. Yup, pulau yang terletak di sebelah selatan kota Bandar Lampung ini sejatinya memang menyimpan banyak keindahan alam bawah lautnya yang mempesona.

Secara geografis, Pulau Pahawang terbagi menjadi 2 bagian yaitu Pulau Pahawang besar dan Pulau Pahawang kecil. Tidak benar-benar terpisah, kedua pulau tersebut akan terlihat terhubung ketika air lau sedang dalam keadaan surut.

Pulau Pahawang sendiri merupakan destinasi andalan di Lampung yang sekarang ini mulai gencar dipromosikan, sampai-sampai pulau ini ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia. Gak percaya ? Coba deh kamu cek di website Wonderful Indonesia.

Wisata ke Pulau Pahawang kala itu menjadi pilihan saya dan teman-teman pada bulan Maret 2017. Yupp, setelah kesekian puluh kali wacana untuk jalan-jalan bersama, hanya yang satu ini yang akhirnya berhasil :D. Yah maklum aja orang kantoran kan sibuk *sibuk liatin hari libur dikalender*.

Jumat malam pkl 09.00 di Plaza Semanggi merupakan meeting point antara saya beserta rombongan dan juga salah satu orang dari tour yang saya gunakan. Oh iya, untuk perjalanan ke Pahawang ini saya dan teman-teman menggunakan paket perjalanan Open Trip dari Indoribu.com dengan harga Rp. 600.000 per orang.

Saya masih ingat dengan jelas kenapa saya memilih paket Open Trip di situs ini, karena gambar pertama yang muncul pada halaman websitenya adalah foto ikan Nemo diantara terumbu karang. Pas sekali, soalnya waktu itu belum lama saya nonton film Finding Dory dan entah kenapa, saya sangat tertarik ketika melihat foto ikan Nemo tadi.

Perjalanan dari Jakarta ke Merak malam itu ditempuh dalam waktu 3-4 jam, entah karena macet atau memang karena jaraknya yang sangat jauh saya kurang tau, karena saya tidur selama perjalanan (maklum kecapean pulang kerja :D).  Sekitar jam 00.30 kami menyebrang ke Bakauheni dengan menggunakan kapal Feri, dan penyebrangan memakan waktu kurang lebih 2 jam, lagi-lagi saya tidur dalam penyebrangan.

Trip Pahawang

Perjalanan ke Bakauheni dengan Kapal Feri

 

Tidak seperti yang ada pada bayangan saya, perjalanan tidak berhenti sampai di Bakauheni, darisana kami masih harus melakukan perjalanan ke pelabuhan Ketapang yang memakan waktu sekitar 3 jam.

Dari pelabuhan Ketapang barulah kami melakukan penyebrangan ke Pulau Pahawang menggunakan kapal kecil yang berisi sekitar 20 orang.

Perjalanan ke Pulau Pahawang

Perjalanan ke Pulau Pahawang

 

Itenary Open Trip Pulau Pahawang

Perjalanan Open Trip kami ke Pulau Pahawang memakan waktu 3 hari 2 malam, berangkat hari Jumat dan kembali ke Jakarta pada hari Minggu. Berikut ini adalah itenary Open Trip kami selama 3 hari 2 malam :

Hari Kedua (Hari Pertama merupakan hari keberangkatan dari Jakarta ke Bakauheni)

  • Kunjungan ke Pulau Kelagian Kecil & Pembekalan untuk Snorkling
  • Snorkling pertama di kawasan Cukuh Bedil
  • Snorkling kedua di kawasan Taman Nemo (Favorit Place untuk Snorkling di Pahawang)
  • Check in ke penginapan di Pulau Pahawang
  • Explore Pulau Pahawang
  • Barbeque di pinggiran pantai Pulau Pahawang

Hari Ketiga

  • Snorkling ketiga di kawasan Transplatansi Terumbu Karang Gosong Bekri
  • Kunjungan ke Pulau Kelagian Besar
  • Kembali ke Pelabuhan Ketapang
  • Perjalanan Kembali ke Jakarta

Pulau Kelagian Kecil

Pulau Kelagian Kecil merupakan pulau pertama yang kami kunjungi dalam Open Trip ini. Hal yang paling saya sukai dari pulau ini adalah bagian bibi pantainya yang memiliki gradasi warna biru dan hjau tosca, sangat bagus untuk dijadikan spot foto.

Pantai Pulau Kelagian Kecil

Bibir Pantai Pulau Kelagian Kecil

 

Pulau Kelagian Kecil

Spot Foto Pulau Kelagian Kecil

 

Mengingat jadwal tour yang padat, kami hanya diberi waktu sekitar 30 menit untuk bersantai dan melakukan foto-foto di pulau ini. Selanjutnya kami diberikan pembekalan mengenai fungsi-fungsi dan cara menggunakan alat snorkling.

Snorkling Pulau Pahawang

Pembekalan Snorkling

 

Snorkling Spot Pertama : Cukuh Bedil

Snorkling pertama yang kami lakukan berlokasi di kawasan transplantasi Cukuh Bedil, dengan kedalaman antara 2-4 meter dan juga air yang cukup jernih. Cocok sekali dengan kami yang statusnya masih pemula :D.

Menurut tour guide kami, Cukuh Bedil ini merupakan spot snorkling populer di Pahawang. Selain karena airnya yang jernih, tempat ini juga memiliki 1 buah icon yaitu tulisan Taman Laut Pahawang yang merupakan spot foto underwater favorit untuk para wisatawan.

Snorkling Pulau Pahawang

Pemandangan Bawah Laut Cukuh Bedil

 

Bukan hanya kata tour guide saya kalau Cukuh Bedil ini merupakan spot snorkling populer di Pahawang, jadi singkat cerita saya juga sempat browsing-brosing dan ternyata memang benar. Cukuh bedil ini masuk ke 5 tempat snorkling populer di Pahawang menurut National Geographic.

Pulau Pahawang !

Selesai snorkling, agenda kami selanjutnya adalah menuju ke Pulau Pahawang untuk check in ke penginapan dan bersantai-santai sambil mengambil foto tentunya 😀

Pulau Pahawang

Gapura Masuk/Keluar Pulau Pahawang

 

Satu hal yang saya suka dari pantai-pantai pada di daerah ini adalah pasirnya yang lembut, sungguh memanjakan kaki.. Lalu bagaimana dengan airnya ? Ohh kalau itu sudah tidak perlu diragukan, pastinya jernih dan pekat dengan warna biru & hijau toska.

Pantai Pulau Pahawang

Bibir Pantai Pulau Pahawang

 

Satu hal yang tidak boleh kamu lewatkan ketika kamu berada di Pulau Pahawang yaitu moment Sun Rise. Banyaknya perahu yang berlabuh pada dermaga pulau ini membuat momen Sun Rise di pulau ini menjad sangat menarik. Jadi saya sarankan untuk mengambil foto momen Sun Rise ketika anda sedang berada di pulau ini.

Sun Rise di Pulau Pahawang

Moment Sun Rise di Pulau Pahawang

 

Pulau Pahawang Kecil

Seperti yang saya bilang sebelumnya bahwa Pulau Pahawang ini terbagi menjadi 2 (Besar & Kecil). Nah, pada hari ketiga ini rombongan kami diarahkan untuk mengunjungi Pulau Pahawang Kecil ini sekedar untuk menghilangkan rasa penasaran.

Kebetulan waktu itu sudah menunjukan pukul 17.00 di Pulau Pahawang Kecil dan kami menunggu untuk moment Sun Set sambil berfoto-foto disana.

Pulau Pahawang Kecil

Pulau Pahawang Kecil

 

Pulau Pahawang Kecil

Pulau Pahawang Kecil

 

Sunset i Pulau Pahawang Kecil

Sunset i Pulau Pahawang Kecil

 

Sunset di Pulau Pahawang Kecil

Sunset di Pulau Pahawang Kecil

 

Sunset di Pulau Pahawang Kecil

Sunset di Pulau Pahawang Kecil

 

Tips & Trick Buat kamu yang mau Trip ke Pahawang

  • Dalam perjalanan saya sarankan membawa bantal kepala, itu loh yang bentuknya mirip seperti huruf “U”. Karena perjalanan kamu dari Jakarta menuju Merak, lalu dari Merak menuju Bakauheni dan yang terakhir dari Bakauheni menuju Ketapang itu sangat memakan waktu, jadi enaknya sih digunakan untuk tidur, hehehe.
  • Jangan lupa juga bawa obat-obatan ringan seperti tolak angin dan kawan-kawannya. Perjalanan kamu lakukan di malam hari, jadi sebisa mungkin buat tubuhmu agar jangan sampai sakit.
  • Jangan lupa Topi & Sun Block. Namanya wisata laut, sudah identik lah ya dengan yang namanya panas terik 😀
  • Bawa tas ransel yang nyaman. Karena kamu akan berpindah-pindah tempat terus selama Open Trip ini. Saya saranakn agar kamu membawa tas ransel yang nyaman untuk dibawa kemana-mana.
  • Jangan nyampah sembarangan yaaa !! Laut disekitar Pahawang menurut saya masih terjaga kebersihannya, jadi jangan sampe yaa kamu nyampah disana.

Jadi, tertarik untuk ke Pahawang ? Cusss berangkatttt 🙂