Masjid Amirul Mukminin Makassar

Pergi ke Makassar sebenarnya tidak pernah ada dalam bucket list saya sebelumnya, jujur karena dalam bayangan saya Makassar itu ya hanya sebatas kota dan makanan saja, jadinya saya agak kurang bersemangat jika membahas soal liburan ke Makassar sebelumnya.

Namun pada bulan Agustus kemarin, saya dapat ajakan dari komunitas foto untuk hunting dan explore Sulawesi Selatan, dimana rutenya sebagai berikut : Makassar, Toraja & Tanjung Bira. Waktu itu saya diceritakan bahwa Makassar itu bukan hanya soal kota dan makanan, tapi juga ada pantai dan beberapa tempat iconic yang menarik untuk dikunjungi.

Setelah pikir-pikir panjang akhirnya saya terhasut juga oleh ajakan teman-teman dari komunitas foto (memang dasar mudah dihasut haha). Kami pergi di tepat di hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan jumlah 12 orang. Polos saja, saya tidak menyiapkan itenary sama sekali kala itu dan pasrah saja mau diajak kemana oleh teman-teman, yang saya bawa cuma seperangkat alat foto saya (kamera, tripod, filter, dan DJI Osmo kesayangan saya).

Liburan ke Makassar

Pantai Losari

Hari Pertama – Hunting Foto di Pantai Losari Makassar

Hari pertama sampai saya sudah langsung merasakan teriknya matahari di Makassar. Suhu disana hampir 32 derajat celcius kalo saya tidak salah ukur waktu itu. Tujuan utama kami ketika sampai di makassar adalah makan Sop Konro, kami langsung bertolak ke rumah makan Sop Konro Karebosi dari bandara.

Buat kamu pecinta daging, makan di tempat ini tentunya sangatlah membahagiakan karena sesuai dengan reviewnya di Google, Sop Konro disini memang juara !!

Sop Konro Karebosi Makassar

Ekspresi bahagia bertemu Sop Konro

Agenda kami di hari pertama adalah mengunjungi pantai losari untuk explore dan berburu sunset sampai akhir hari, kebetulan memang hotel kami terletak tidak jauh dari sana. Pantai Losari ini bukanlah pantai yang memiliki pasir putih seperti pantai pada umumnya, pantai ini diberi beton pada bagian bibirnya sehingga membuatnya terlihat seperti sungai yang ada di Jakarta.

Yang membuatnya menarik, di pantai ini terdapat sebuah masjid yang ternyata merupakan masjid terapung pertama di Indonesia, namanya adalah Masjid Amirul Mukminin. Karena langit mendukung dan juga tempatnya tidak terlalu ramai, kami memutuskan untuk melakukan foto-foto disini.

Masjid Amirul Mukminin Makassar

Masjid Amirul Mukminin

Hari Kedua – Ramang-Ramang & Explore Tana Toraja

Pagi-pagi buta kami sudah bangun dan siap untuk melakukan perjalanan ke ramang-ramang, lokasinya sekitar 40 Kilometer dari kota Makassar dan oleh karena itu kami harus sudah jalan dari jam 4 pagi. Buat yang belum tahu ramang-ramang itu tempat apa, jadi ini adalah sebuah tempat di daerah pegunungan Kars-Maros Pangkep yang terletak di kabupaten Maros.

Tujuan utama kami pergi ke ramang-ramang cuma satu, yaitu berburu sunrise !

Nasib kurang baik, sesampainya disana mataharinya tertutup oleh awan sehingga gagal sudah perburuan sunrise pagi itu. Akhirnya kami hanya bermain-main dan mengambil foto seadanya.

Foto Sunrise di Ramang-Ramang

Foto Sunrise di Ramang-Ramang

Dari ramang-ramang kami melanjutkan perjalanan kami ke Tana Toraja melalui jalur darat dengan waktu tempuh sekitar 7 jam. Pemandangan selama perjalanan dari Makassar ke Toraja kurang lebih sama dengan jalan-jalan di pulau Jawa, jadi saya memutuskan untuk tidur selama perjalanan.

Menikmati Keindahan Budaya di Tana Toraja

Hal yang menarik dari mengunjungi Tana Toraja adalah untuk melihat keindahan budayanya. Untuk itu kami mengunjungi salah satu tempat favorit di Toraja yaitu kete Kesu.

Buat kamu yang belum tahu, Kete Kesu ini merupakan salah satu desa wisata di Tana Toraja dimana wisatawan dapat melihat kehidupan tradisional masyarakat di daerah ini. Selain itu, disini juga terdapat banyak sekali rumah adat Toraja yang biasa disebut Tongkonan.

Rumah Tongkonan

Rumah Tongkonan

Puas berkeliling di Kete Kesu kami melanjutkan perjalanan menuju ke Goa Londa. Tidak superti goa pada umumnya, Goa Londa ini merupakan tempat pemakaman adat untuk masyarakat Toraja.

Disini kami disuguhkan oleh pemandangan peti mati yang diletakan dinding-dinding dan juga di dalam Goa. Berdasarkan cerita dari penandu kami, semakin tinggi letak petinya, maka itu menggambarkan semakin tinggi derajat dari yang bersangkutan di kalangan masyarakat.

Peti Mati yang diletakan di dinding Goa

Peti Mati yang diletakan di dinding Goa

Oh iya, Goa Londa ini memiliki kedalaman sampai dengen 1000 meter, ini kalo saya tidak salah dengar kata-kata pemandunya ya ๐Ÿ˜€

Hampir lupa, satu tempat lagi yang kami kunjungi saat berada di daerah Toraja adalah Gunung Nona, yaa walaupun bukan persis di Toraja, tapi masih berdekatan lah.

Kenapa Gunung ini dinamakan Gunung Nona, karena menurut pendapat orang-orang jika dilihat dari angle yang tepat, gunung ini terlihat berbentuk seperti alat kelamin wanita, walaupun saya sendiri belum menemukan kecocokannya HAHAHAHA

Gunung Nona Makassar

Gunung Nona

Menjelajahi Eksotisme Tanjung Bira

Selesai melakukan explore di Tana Toraja kami pun melanjutkan perjalanan ke Tanjung Bira. Perjalanan dari Toraja ke Tanjung Bira ditempuh selama kurang lebih 10 jam melalui jalur darat.

Tempat kami menginap waktu itu kebetulan dekat sekali dengan lokasi pantai, kalo tidak salah jaraknya hanya sekitar 500 meter dari pantai. Penginapan disana banyaknya berupa homestay yang sudah cukup nyaman dengan harga yang cukup terjangkau.

Tebing Apparalang

Tempat pertama yang kami kunjungi sesapainya di Tanjung Bira adalah Tebing Apparalang. Tempat ini terdiri dari tebing-tebing curam yang langsung menghadap ke laut.

Waktu paling tepat untuk mengunjungi lokasi ini menurut saya adalah pada saat sunrise ataupun sunset, karena jika kamu datang pada saat tengah hari, mataharinya akan sangat terik sekali.

Tebing Apparalang

Tebing Apparalang

Tebing Apparalang dari sudut yang berbeda

Tebing Apparalang dari sudut yang berbeda

Salah satu spot di tebing apparalang

Salah satu spot di tebing apparalang

 

Snorkeling di Pulau Kambing & Pulau Liukang

Satu hal lagi yang tidak boleh kamu lewatkan jika berkunjung ke Tanjung Bira adalah untuk snorkeling. Spot snorkeling recommended di daerah ini adalah disekitaran Pulau Kambing & Pulau Liukang.

Air yang jernih dan juga tenang membuat snorkeling disini sangatlah menarik, selain itu saya juga tidak menemukan sampah selama melakukan snorkeling didaerah ini.

Snorkeling di Pulau Kambing Tanjung Bira

Snorkeling di Pulau Kambing

Di sekitaran spot snorkeling ada satu tebing yang dipinggirannya terdapat banyak sekali batu karang dengan warna yang bervariasi. Tapi karena saya terlalu takut melihat laut yang tidak kelihatan dasarnya, jadinya saya tidak berani untuk mengambil foto ๐Ÿ™

Snorkeling di Pulau Kambing & Pulau Liukang ini merupakan kegiatan terakhir kami selama mengunjungi Tanjung Bira. Besoknya kami sudah melakukan perjalanan pulang kembai ke Jakarta.

Kamu juga bisa lihat video keseruan perjalanan kami explore Sulawesi di Instagram saya berikut :

Tips Buat kamu yang ingin ke Makassar

  • Sunblock itu kebutuhan wajib buat kamu yang gak mau gosong
  • Jangan banyak makan daging-dagingan sebelum pergi ke Makassar. Hahaha, ini cuma bercanda, kenapa ? Karena selama di Makassar hampir sebagian besar makanan recommendednya berupa daging-dagingan
  • Bawa bantal leher ! Karena rute perjalanan saya banyak melalui darat yang cukup memakan waktu, usahakan bawa bantal leher agar bisa tidur selama perjalanan
  • Jaga sikap & ucapan selama anda berada di Toraja. Karena Toraja masih kental sekali dengan adat istiadat tradisionalnya
  • Bawa kamera !! Biar kamu bisa mengabadikan semua momen kamu selama disana